Bahaya Gula di Balik Kopi

Menjamurnya kedai kopi ditambah dengan jasa pengiriman makanan/minuman membuat seseorang jadi lebih mudah menyeruput kopi kesukaan. Ini jelas memengaruhi gaya hidup. Bisa jadi, sebagian dari kita minum kopi kesukaan tiap hari atau setidaknya dua hari sekali.

Walau kini jadi mudah mendapatkan minuman kopi kesukaan, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospital, Mulyani Anny Suryani Gultom, mengingatkan risiko konsumsi gula berlebihan yang terkandung di dalamnya.

“Dengan intensitas konsumsi kopi yang tinggi sayangnya masih banyak masyarakat yang belum sadar membatasi kandungan gula di minuman kopi mereka, sehingga membuat mereka berisiko tinggi terkena diabetes,” kata Mulyani dalam peluncuran Tropicana Slim White Coffee di Jakarta beberapa saat lalu.

Ketika sudah terkena diabetes, kata Mulyani, tubuh jadi tidak dapat mengatur metabolisme gula dengan baik. Hal ini menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh lain. Jika tidak dikendalikan, bisa berujung pada berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi, bahkan kebutaan.

Mengingat belum ada obat untuk mengatasi diabetes, Mulyani mengingatkan untuk membatasi asupan gula. Kementerian Kesehatan RI menyarankan konsumsi gula yakni sekitar 50 gram (tiga sendok makan) per hari.

“Sehingga memang pencegahan sedini mungkin menjadi salah satu opsi terbaik, salah satunya dengan membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh sehari-hari, termasuk dari minuman kopi yang dikonsumsi,”

Jika, asupan gula pada kopi dibatasi atau tidak ditambahkan, bisa mendapatkan manfaat dari minuman yang mengandung kafein itu. Berdasarkan tiga sumber terpercaya yaitu Diabetes Care (2014), Clinical Nutrition (2016), American Journal of Epidemiology (2014) mengonsumsi kopi secara teratur terkait pengurangan risiko diabetes (10 persen) dan kemungkinan meninggal akibat penyakit jantung (21 persen).

“Namun dianjurkan konsumsi secukupnya untuk memperhatikan batasan asupan kafein,” kata dia.

Minum kopi baiknya tidak sampai lebih dari tiga atau empat cangkir per hari.

Waspadai Kebiasaan Sering Kencing di Malam Hari

Ketika bangun untuk kencing di malam hari, sesekali mungkin ini bukan masalah yang besar. Tapi kalau terus berulang dan mengganggu tidur, Anda patut waspada.

Matthew Rutman, M.D., profesor urologi di Columbia University Medical Center menjelaskan, kebiasaan ini adalah tanda nokturia. Kondisi di mana seseorang selalu pipis di malam hari, terutama pada saat tidur.

Gangguan ini disebabkan oleh salah satu dari tiga kemungkinan penyebabnya: kandung kemih Anda mengalami kesulitan menahan air kencing, sehingga menghasilkan lebih banyak urin daripada biasanya di siang hari, atau Anda menghasilkan lebih banyak air kencing pada malam hari.

Untuk alasan yang terakhir, tandanya anda telah mengalami penuaan, menurut Dr. Rutman. Ini sangat normal.

Yang patut diwaspadai adalah nokturia yang dipicu oleh beberapa faktor lain. Berikut beberapa penyebab yang bisa menyebabkan nokturia.

1. Pembesaran kelenjar prostat
Kelenjar prostat yang membesar dapat menyebabkan tekanan pada kandung kemih, ini yang jadi alasan mengapa seseorang terus mondar mandir ke kamar mandi.

2. Diabetes
Ketika seseorang menderita diabetes, ia akan mengalami kelebihan glukosa yang mengalir pada ginjal dengan membawa debit air yang tinggi, sehingga kandung kemih akan mudah penuh. Tak heran jika kondisi ini akan membuat penderita diabetes sering merasa haus dan pipis baik di malam atau siang hari.

3. Pengaruh obat
Beberapa obat umum, termasuk Lasix dan hydrochlorothiazide, yang digunakan untuk mengobati edema (pembengkakan) dan tekanan darah tinggi, juga bisa memicu anda sering pipis di waktu tidur.

4. Gaya hidup
Kafein dan alkohol keduanya diuretik, yang meningkatkan produksi urin Anda, sehingga minum pada siang hari dapat menyebabkan buang air kecil di malam hari. Minum terlalu banyak cairan di malam hari, terlepas dari jenis apa, juga bisa menyebabkan nokturia.

Konsumsi Minuman Soda Usai Olahraga Bikin Semua Sia-Sia

Minum minuman soda setelah olahraga memang terasa puas dan menyegarkan, bukan? Jika Anda pernah mencobanya, atau bahkan sering, mungkin ini saatnya untuk berhenti melakukannya.

Ada beberapa alasan yang mendasari pernyataan ini, dan tentunya didukung oleh banyak penelitian dan bukti ilmiah yang kuat.

Minuman Bersoda

Berikut ini adalah tiga alasan mengapa sebaiknya Anda tidak mengonsumsi minuman soda saat atau setelah berolahraga:

Menurunkan performa olahraga
Mengapa bisa mengurangi performa olahraga? Bagi beberapa orang, minuman soda dapat membuat perut kembung. Jika dikonsumsi terlalu banyak dalam waktu yang singkat, jenis minuman ini dapat memproduksi gas berlebihan di lambung sehingga memicu kembung. Hal ini juga bisa terjadi walaupun dengan jumlah soda yang sedikit.

Selain membuat tidak nyaman, kondisi perut kembung juga sangat berpengaruh terhadap performa olahraga. Tidak hanya performa yang menurun, konsentrasi yang terganggu saat olahraga justru dapat membuat Anda rentan terhadap cedera.

Menambah berat badan
Olahraga memang merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk mengontrol atau menurunkan berat badan. Mengonsumsi minuman bersoda setelah berolahraga, terutama dalam jumlah besar, dapat berefek pada penambahan berat badan.

Umumnya, minuman bersoda memiliki kalori yang tinggi. Jika setelah berolahraga Anda membakar 250 kalori, dan minuman soda yang Anda minum mengandung kalori sebesar 300, manfaat yang diinginkan dari olahraga tentunya akan sia-sia belaka. Jadi, siap-siap saja terkejut dengan angka timbangan Anda!

Mengurangi kadar gula darah
Aktivitas olahraga akan membuat kadar gula darah Anda menurun. Nah, dengan mengonsumsi minuman bersoda saat atau setelah olahraga, maka gula darah Anda dapat menjadi lebih rendah, dan ini berbahaya.

Sebagian besar minuman bersoda mengandung gula yang tinggi. Ketika Anda lelah, mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi memang bisa mengembalikan energi, tetapi ternyata efek ini hanya sementara.

Dengan peningkatan gula yang drastis dan kebutuhan energi tetap meningkat, tubuh Anda akan merespons dengan mengambil lebih banyak gula lagi. Alhasil, penyerapan gula di tubuh akan meningkat dan gula darah menjadi rendah.

Oleh karena itu, mengonsumsi air putih setelah olahraga lebih baik ketimbang minum soda. Air putih akan membuat Anda lebih berstamina untuk melanjutkan aktivitas. Dan tentunya, tidak akan menimbulkan perut kembung dan masalah kesehatan lainnya.